Jumat, 28 Agustus 2015
Senin, 29 Juni 2015
SAAT LEBARAN MANFAATKAN SILATURAHIM

Ramadhan telah usai dan kini sudah berganti
dengan hari raya Idul Fitri. Sebuah hari kemenangan setelah sebulan penuh
melakukan ibadah puasa menahan diri dari segala godaan baik itu secara lahiriah
maupun bathin. Kini, momen saling memaafkan pun telah tiba salah satunya dengan
menjalin silaturahmi kepada keluarga, orang tua maupun sahabat. Manfaat
silaturahmi itu sendiri sangat besar dalam membentuk karakter umat muslim nantinya.
Kapan
lagi kita bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga besar selain saat lebaran?
Karena itu, kita harus memanfaatkan momen lebaran untuk bersilaturrahim dengan
seluruh anggota keluarga yang baru bisa ditemui saat lebaran datang.
Kadang karena terlalu jarang bertemu, justru saat berkumpul dengan keluarga besar akan terasa sedikit canggung, apalagi jika ada anggota keluarga baru seperti sepupu ipar atau cucu terbaru. Tapi tentunya itu tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak menikmati kesempatan yang hanya datang setahun sekali ini. Jadilah fleksibel dan berkenalan dengan semua orang, atau perkenalkan anggota keluarga yang baru kepada anggota keluarga yang lain.
Mengajak
anak-anak ke pertemuan keluarga besar seperti ini tentunya merupakan tantangan
tersendiri, manfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan anggota keluarga
besar kepada anak dan biarkan mereka mendapatkan teman baru. Pada dasarnya
anak-anak lebih mudah akrab dan berinteraksi dengan orang lain, karena
itu yang perlu kita lakukan adalah mendorong anak-anak untuk saling
berkenalan dan bermain bersama.
Sebagai cara untuk mengakrabkan jalinan
persaudaraan yang sudah lama tidak bertemu karena terhalang oleh waktu dan
lokasi. Maka tidak heran, setiap lebaran banyak masyarakat yang rela untuk
pulang kampung agar bisa berkumpul dengan sanak keluarga.
Tidak ada yang lebih penting dalam diri seorang muslim yang bersaudara selain silaturahim, hal ini juga sudah dijelaskan oleh Rasulullah bahwasilaturrahim merupakan pertanda keimanan seorang hamba kepada Allah dan hari akhir. “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir; hendaklah ia bersilaturrahim”.HR. Bukhari dari Abu Hurairah.
Beliau juga menjanjikan bahwa di antarabuah dari silaturrahim adalah keluasan rizki dan umur yang panjang,“Barang siapa menginginkan untuk diluaskan rizkinya serta diundur ajalnya; hendaklah ia bersilaturrahim”.HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik.
Menjalin silaturahmi hendaknya dilakukan kapan
dan dimana pun tanpa memandang suasana lebaran atau tidak. Namun, sepertinya
sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia bahwa silaturahmi atau kunjung
mengunjungi dilakukan di bulan Syawal saja. Apakah cara ini salah? Tentu saja
tidak namun alangkah baiknya setiap saat hati kita di niatkan untuk menjalin
persaudaraan sehingga manfaat silaturahmi dapat tercermin dalam kehidupan kita.
Nah,
KAMILAH Lovers, begitu banyak kebahagiaan yang kita dapatkan dari
bersilaturahim, sekarang semakin semangat kan untuk banyak-banyak berkunjung
dan berkenalan dengan keluarga kita?
(dari berbagai sumber)
(dari berbagai sumber)
Senin, 23 Februari 2015
Tips Wisata Kuliner
Berwisata adalah salah satu
kebutuhan sekunder, Saat kita mengunjungi suatu daerah, jajanan atau makanan
khas dari daerah tersebut menjadi salah satu hal yang wajib dicoba karena suatu
makanan yang sulit ditemukan di daerah asal Anda. Tetapi, karena tidak
mengetahui kondisi daerah tersebut, beberapa kendala yang dapat dialami adalah
tidak tahu akan bersantap dimana yang sesuai dengan kantong Anda juga yang
tidak akan membuat Anda dan keluarga menjadi sakit karena makanan yang kotor.
Beberapa saran yang dapat Anda ingat saat akan berkuliner di tempat wisata
adalah:
- Mencari Referensi
Melengkapi
perjalanan wisata, Anda dapat melakukan pencarian lokasi atau pendapat orang
lain tentang tempat makanan yang enak di tempat yang dituju. Pencarian melalui
Internet, majalah, televisi, atau dengan bertanya kepada teman atau keluarga.
Tempat makan yang direkomendasikan dapat menjadi acuan bersantap Anda.
- Perhatikan Kebersihan
Akibat
memilih makanan yang kotor, Anda dapat mengalami sakit perut, mual, atau
gangguan lain yang akan menghambat perjalanan wisata Anda. Untuk menghindari
hal ini, pilihlah makanan yang bersih. Salah satu petunjuk bersih tidaknya
suatu makanan adalah dilihat dari tempatnya, cara penyajian dan lingkungan
sekitar. Jika mungkin, pilih tempat yang dapat dilihat proses pembuatannya.
Jika ragu-ragu atas suatu tempat, Anda dapat memilih minuman kemasan sebagai
pendamping makanan Anda. Kesehatan Anda jauh lebih
penting saat berlibur.
- Fasilitas Keamanan dan Parkir Luas
Keamanan tempat
kuliner mesti kita perhatikan supaya terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan.
Keamanan biasanya di dukung oleh fasilitas-fasilitas seperti tempat parkir yang
luas dan memadai juga adanya tim security dan cctv di area tempat kuliner. Fasilitas
yang memadai membuat kita menjadi nyaman dan tidak merasa was-was ketika kita
menikmati wisata kuliner di tempat yang belum kita kenal.
- Ramai Dikunjungi
Tempat
makan yang baik biasanya ditandai dengan banyaknya pengujung. Banyaknya yang
mendatangi tempat makan tersebut karena rasa makanan yang enak, harga yang
terjangkau atau karena pelayanannya yang memuaskan. Maka, jika perut sudah
minta diisi sedangkan Anda masih bingung memilih tempat, memilih tempat makan
yang ramai bisa menjadi petunjuk yang tepat.
- Pilih Menu
Memilih
makanan yang akan disantap dari daftar menu mungkin akan membingungkan Anda.
Selain tidak tahu apakah makanan tersebut cocok atau tidak dengan lidah, Anda
bahkan belum pernah mengenal nama atau rupa dari makanan yang ada di daftar
menu. Maka, jangan ragu untuk menyakan kepada pelayan, menu apa yang menjadi
andalan atau favorit di restoran tersebut. Pada restoran yang berkelas, Anda
dapat menemukan tanda recommended atau favorit pada daftar menu. Pilihan menu
ini dapat dicoba agar tidak salah pilih.
- Tanyakan Harga
Segelintir
pedagang makanan dapat memanfaatkan keadaan untuk menjerat wisatawan. Ada
kalanya, suatu tempat makan tidak menyediakan daftar menu dan herga dari
makanan yang dijual. Situasi inilah yang dapat dimanfaatkan pada pedagang
dengan memberi harga yang mahal, berkali-kali lipat dari harga yang seharusnya
pada saat pengunjung sudah selesai makan dan akan membayar. Ini dikenal dengan
istilah "menggetok". Agar terhindar dari getokan pedagang makanan
yang tidak bertanggung jawab, maka tanyalah terlebih dahulu harga makanan atau
minuman yang ingin dipesan. Jika harga yang diberikan terlalu mahal, Anda dapat
berpindah ke tempat lainnya sehingga Anda terhindar dari jebakan ini.
- Pastikan dan Berdo’alah
Bagi anda
yang seorang muslim pastikan bahwa tempat makan yang ada adalah halal dan jangan
lupa berdoa sebelum menyantap makanan yang tersaji.
Dengan memilih tempat makan yang
tepat, perjalanan wisata Anda akan membuat liburan menyenangkan.
Selain mengisi tenaga untuk tubuh, Anda juga mendapat bonus wisata kuliner
dari makanan yang Anda nikmati.
Selasa, 16 Desember 2014
12 Tips agar Tetap Tenang saat Naik Pesawat Terbang
Berbeda dengan
beberapa dekade lalu, saat ini siapa pun bisa naik pesawat. Ya, harga tiket
pesawat semakin terjangkau, bahkan di saat-saat tertentu harganya bisa bersaing
dengan harga tiket bus. Hanya saja, naik pesawat memang berbeda dengan naik
bus. Tidak sedikit ternyata orang baru pertama kali menggunakan transportasi
udara ini dan akan merasa aneh.
Seperti halnya
saat lepas landas (take off) dan pendaratan (landing), turbulensi adalah faktor
lain yang bisa menimbulkan kecemasan saat naik pesawat terbang. Turbulensi
disebabkan oleh gangguan dalam aliran udara normal. Biasanya pilot mengetahui
bila ada turbulensi di jalur pesawat dan tahu bagaimana cara menghindarinya.
Berikut beberapa tips agar tetap tenang selama naik pesawat terbang :
1. Datang ke bandara lebih awal
Datanglah ke bandara beberapa waktu
lebih awal dari jadwal penerbangan. Jika terlambat, Anda bisa cemas akan
ketinggalan pesawat.Perasaan cemas ini akan sulit pulih
meskipun Anda sudah berada di dalam pesawat.
2. Memilih tempat duduk
Memilih tempat duduk di pesawat
menjadi bagian penting yang perlu dipertimbangkan jika Anda takut terbang. Anda bisa memesan kursi di kabin
pesawat bagian depan karena efek turbulensinya lebih rendah bila dibandingkan
di bagian belakang.
3. Biarkan orang lain mengetahui ketakutan Anda
Biarkan pramugari dan beberapa
penumpang terdekat tahu tentang ketakutan atau kecemasan yang Anda rasakan.
Tidak perlu merasa malu karena rasa
takut dan cemas dirasakan oleh banyak penumpang lain juga.
Ini akan membuat pramugari atau kru
penerbangan secara rutin memantau keadaan Anda terutama saat terjadi
kedaruratan.
4. Menarik penutup jendela pesawat saat lepas landas dan mendarat
Melihat ke luar jendela saat
pesawat lepas landas atau mendarat bisa meningkatkan rasa takut dan cemas.
Jadi bila Anda duduk di dekat
jendela, disarankan untuk menutup jendela pesawat saat pesawat hendak lepas
landas dan melakukan pendaratan.
Setelah pesawat terbang stabil,
Anda bisa membuka penutup jendela & menikmati pemandangan di luar.
5. Berbicara dengan penumpang di samping Anda
Ajak bicara penumpang yang duduk di
sebelah Anda untuk mengalihkan perhatian dari rasa takut yg dirasakan.Anda bisa mengajaknya berbicara
mengenai tempat favorit, makanan, politik/peristiwa terkini.
6. Berpegangan tangan
Jika Anda
bepergian dengan keluarga, memegang tangan salah satu anggota keluarga bisa
meredakan rasa takut.Berpegangan tangan
membuat perasaan menjadi lebih tenang, tetapi jika bepergian sendirian Anda
bisa memegang erat tangan Anda sendiri.
7. Mendengarkan musik favorit
Seseorang
cenderung mendengar suara-suara aneh yang sebenarnya tidak ada karena rasa
takutnya, bahkan suara normal dalam pesawat terkadang membuat Anda merasa
takut.Untuk mengatasinya
Anda bisa mendengarkan musik favorit sambil menutup mata, ini akan membuat Anda
menjadi lebih rileks.
8. Hindari minuman berkafein
Minuman yang
mengandung kafein seperti kopi atau teh dapat meningkatkan kecemasan.
Anda bisa minum
jus atau air putih untuk mencegah dehidrasi selama di pesawat. Dehidrasi juga
turut berkontribusi terhadap rasa takut.
9. Melakukan relaksasi
Ambil napas dalam
sesering yang Anda bisa lakukan dan berkonsentrasi sambil menghitung dalam
hati.
Cara ini bisa
membuat Anda lebih rileks dan lebih tenang.
11. Fokus pada tempat tujuan
Pikirkan tempat
tujuan dan apa yang akan Anda lakukan di sana. Jangan memikirkan bagaimana
perjalanan Anda untuk sampai ke tempat tujuan.
12. Berdo'alah (doa keluar rumah dan doa naik kendaraan)
Ingatlah kepada yang akan memberi kelancaran dan keselamatan perjalanan kita yaitu Allah swt, dengan begitu anda akan lebih santai dan menikmati perjalanan.
Langganan:
Postingan (Atom)






