Jumat, 04 Januari 2013

LAGU UNTUK GAZA

Beikut ini adalah Lagu We Wlill Not Go Down bersama terjemahannya yg saya dapatkan dari berbagai sumber WE WILL NOT GO DOWN Written by Micheal Heart A blinding flash of white light lit up the sky over Gaza tonight People running for cover not knowing whether they’re dead or alive They came with their tanks and their planes with rapid chain firy flames, nothing remains Just the voice rising up in the smoky haze We will not go down in the night without a fight You can burn up our mosques and our homes and our schools but our spirit will never die We will not go down, Gaza tonight Women children ‘n the like murder and massacre night after night While the so called the inners of countries so far debating on whose run the right But the powerless world were in vein and the boms fell down like acid rain But through the tears, the blood, and the pain you can still hear that voice through the smokey haze We will not go down in the night without a fight You can burn up our mosques and our homes and our schools but our spirit will never die We will not go down, Gaza tonight We will not go down in the night without a fight You can burn up our mosques and our homes and our schools but our spirit will never die We will not go down in the night without a fight We will not go down, Gaza tonight KAMI TIDAK AKAN MENYERAH diterjemahkan maknawi oleh Abdurrahman Suparno Kilatan cahaya putih yang membutakan mata Malam ini membelah langit di atas Gaza Orang-orang berlarian mencari perlindungan Tidak tahu apakah masih akan hidup atau segera mati Musuh datang dengan tank-tank dan pesawat tempur menghambur rentetan tembakan dan kobaran api perang, tiada lagi yang tersisa Hanya pekik merdeka yang membahana dari balik kabut berasap jingga Kami tidak akan menyerah sebelum benar-benar kalah Kau dapat membakar masjid2 kami, rumah2 kami, dan sekolah2 kami Tapi semangat kami tidak pernah akan mati Gaza, malam ini kami tidak akan menyerah Para wanita, anak-anak dan kaum lemah dibunuh dan dibantai malam demi malam Sementara negara2 tetangga hanya berdebat tentang siapa yang benar Dunia yang tak berdaya merasa perih sedang bom2 terus berjatuhan bagaikani hujan asam Namun melalui air mata, melalui darah dan kepedihan Kau masih bisa dengar pekik merdeka itu, dari balik kabut berasap jingga Kami tidak akan menyerah sebelum benar-benar kalah Kau dapat bakar masjid2 kami, rumah2 kami, dan sekolah2 kami Tetapi semangat kami tidak pernah akan mati Gaza, malam ini kami tidak akan menyerah Kami tidak akan menyerah sebelum benar-benar kalah Kau dapat bakar masjid2 kami, rumah2 kami, dan sekolah2 kami Tetapi semangat kami tidak pernah akan mati Kami tidak akan menyerah sebelum benar-benar kalah Gaza, malam ini kami tidak akan menyerah

Kamis, 03 Januari 2013

KASIHILAH IBUMU SELAGI MASIH HIDUP

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. KASIH IBU Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah. Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pu menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini." Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. "Kasihilah ibumu selagi ia masih hidup. Tidak ada kasih dan cinta yang lebih dari segalanya selain kasih dan cinta seorang ibu untuk anaknya. Ibumu akan berbuat apa saja untuk melindungi dan menolong engkau saat dalam bahaya"."Sekali lagi, kasihilah ibumu selagi ia masih hidup. Esok mungkin terlambat" (dari berbagai sumber internet)

Selasa, 01 Januari 2013

KISAH SEORANG RAJA DAN HAMBA ALLOH :

Ada seorang raja yang memimpin suatu negeri. Raja ini memiliki seorang pembantu yang jika ia terkena musibah, ia selalu berkata “Al Khair Mukhtarallah” (Yang terbaik adalah pilihan Allah). Suatu hari Raja tersebut makan. Kemudian salah satu jarinya terpotong pisau. Spontan pembantunya berkata “Al Khair Mukhtarallah” (Yang terbaik adalah pilihan Allah). Mendeng ar perkataan itu, sang Raja pun marah dan murka kepada pembantunya. Akhirnya pembantunya dijebloskan ke dalam penjara. Tatkala akan dimasukkan ke dalam penjara, pembantunya berkata lagi ; “Al Khair Mukhtarallah” (Yang terbaik adalah pilihan Allah). Sang Raja pun semakin murka kepadanya. Hari pun berlalu. Sang Raja pergi berburu bersama pengawal dan anak buahnya hingga mereka keluar dari wilayah kerajaannya. Tiba-tiba mereka bertemu orang-orang penyembah Api dan Dewa (kaum Majusi). Mereka pun menangkap sang Raja beserta rombongannya guna dijadikan persembahan untuk dewa mereka. Satu per satu mereka dibunuh hingga tibalah giliran sang Raja. Tatkala raja tersebut akan dipenggal, salah seorang kaum Majusi itu melihat jari sang Raja yang terpotong. Suatu persembahan haruslah sempurna sementara ada cacat dalam tubuh sang Raja. Akhirnya sang Raja tidak jadi dibunuh dan ia dikeluarkan dalam keadaan hidup. Sang Raja pun gembira luar biasa. Ia segera teringat pembantunya yang ia penjara. Raja pun kembali ke istananya dan bertemu pembantunya untuk membebaskannya. Setelah ia bebaskan, masih ada satu pertanyaan yang mengganjal dalam hati Raja. Ia pun bertanya kepada pembantunya: Mengapa ketika kamu dipenjara, kamu mengatakan ; “Al Khair Mukhtarallah” (Yang terbaik adalah pilihan Allah) ? Pembantunya menjawab ; “Jika aku tidak dipenjara, mungkin aku sudah dibunuh seperti pengawal dan anak buah tuan di luar sana” (dari berbagai sumber kisah islami)